Rabu, 20 April 2016

Review Film



3 (Alif Lam Mim)
Judul                : 3 (Alif Lam Mim)
Sutradara        : Anggy Umbara
Produser          : Arie Untung
Pemeran          :Cornelio Sunny, Abimana, Agus kuncoro, Prisia Nasution, Tika Bravani, Cecep Rahman, Donny alamsyah, Verdi Solaiman, Tanta Ginting.
Produksi          : FAM Pictures, Multivision Plus
Distributor       : Multivision Plus

Film yang sangat berkesan dan cerdas. Ide cerita dan imajinasi yang luarbiasa. Film yang sangat detail menampilkan Indonesia masa depan. Sangat teliti dan hati-hati, semua disusun rapi dan menawan. Seni beladiri yang bagus, berseni dan  tidak berlebihan, serta tidak menganggu jalannya cerita. Pembuat ide cerita berhasil mempermainkan pikiran penonton ketika berusaha menebak- nebak, yang mana tebakan itu pada akhirnya akan salah, dan salah lagi.
Film ini menceritakan tentang persahabatan, persaudaraan dan drama keluarga, tentang Indonesia di Tahun 2036, begitu banyak terjadi perubahan di negara ini.  Hak asasi manusia menjadi segalanya. Penggunaan peluru tajam sebagai senjata sudah menjadi ilegal. Aparat menggunakan peluru karet untuk menangkap penjahat dan teroris.  Aparat mengandalkan kemampuan bela diri yang tinggi untuk menumpas para penjahat.
Alif, Lam dan Mim adalah tiga sahabat dari satu perguruan silat yang dibesarkan bersama di padepokan Al-Ikhlas. Alif yang lurus dan keras dalam bersikap memilih menjadi aparat negara. Ia bertekad membasmi semua bentuk kejahatan dan mencari para pembunuh kedua orangtuanya. Lam yang sikapnya lebih tenang menjadi seorang jurnalis. Bertujuan untuk menyebarkan kebenaran dan menjadikan dirinya mata dari rakyat. Sementara Mim yang bijak memilih mengabdi menjadi pengajar dan menetap di padepokan. Ketiganya dipertemukan kembali setelah terjadi kekacauan pasca ledakan bom di sebuah cafe.

TALAK 3    
Judul                : Talak 3 
Sutradara        : Ismail Basbeth dan Hanung Bramantyo 
Penulis Naskah : Bagus Bramanti dan Salman Aristo
Pemeran         : Laudya Cynthia Bella, Vino G. Bastian, Reza           Rahadian dan Tika Panggabean
Produksi          : MD Pictures berkerja sama dengan Dapur Film

Hal yang menarik dari film Talak 3 adalah mampu  memutar balikkan emosi penonton, dari senang ke sedih, saat sedih jadi ketawa, dan juga emosi-emosi lainnya. Komedinya segar dan pastinya drama yang begitu menyentuh. Jalan cerita yang kompleks dan tidak mudah ditebak. Film ini memilik tempo penceritaan yang cepat, sehingga penonton tidak punya kesempatan untuk fokus pada hal lain. Pengambilan gambarnya banyak menunjukan keunikan dan keindahan suasana kota Yogyakarta.
Film ini bercerita tentang Bagas dan Risa yang telah berberapa bulan bercerai. Rumah kredit yang mereka tempati terancam disita oleh pihak Bank. Akhirnya keduanya dengan sangat terpaksa memutuskan bekerja bersamaan untuk menyelesaikan sebuah sebuah project besar yang hasilnya bias menyelamatkan kondisi keuangan mereka berdua.  Masalahnya, pekerjaan mereka berdua menuntut keduanya harus bersama. Dalam proses pengerjaan project tersebut, kembali muncul benih – benih cinta diantara Bagas dan Risa. Akhirnya mereka memutuskan untuk rujuk kembali. Tapi persoalan menjadi rumit karena Bagas telah menjatuhkan Talak 3 kepada Risa. Hukum Talak 3 mengharuskan jika pasangan mau rujuk, harus melalui Muhalil, yaitu seorang laki- laki yang menikahi pihak perempuan kemudian bercerai. Untuk memuluskan niat mereka, Bagas mencoba mengakali aturan dengan cara mencari suami kontrak untuk Risa. Dalam proses pencarian suami kontrak untuk Risa, mereka bertemu dengan berbagai macam karakter yang kocak dan otomatis menemui  berbagai kejadian lucu. Akhirnya pilihan jatuh pada Bimo, teman masa kecil Bagas dan Risa yang dianggap baik dan bertanggung jawab. Dalam proses merencanakan pernikahan Risa dan Bimo, terungkap kalau Bimo telah menyimpan rasa cinta kepada Risa sejak lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar