3 (Alif Lam Mim)
Judul : 3 (Alif Lam Mim)
Produser : Arie Untung
Pemeran :Cornelio
Sunny, Abimana, Agus kuncoro, Prisia Nasution, Tika Bravani, Cecep Rahman,
Donny alamsyah, Verdi Solaiman, Tanta Ginting.
Produksi :
FAM Pictures, Multivision Plus
Distributor :
Multivision Plus
Film yang sangat berkesan dan cerdas. Ide cerita dan imajinasi yang luarbiasa. Film
yang sangat detail menampilkan
Indonesia masa depan. Sangat teliti dan hati-hati, semua disusun rapi dan menawan. Seni beladiri yang bagus, berseni
dan tidak berlebihan, serta tidak menganggu jalannya cerita. Pembuat ide cerita berhasil mempermainkan pikiran penonton ketika
berusaha menebak- nebak,
yang mana tebakan itu pada akhirnya akan salah, dan salah lagi.
Film ini menceritakan tentang
persahabatan, persaudaraan dan drama keluarga, tentang Indonesia di Tahun 2036,
begitu banyak terjadi perubahan di negara ini. Hak asasi manusia menjadi segalanya. Penggunaan peluru tajam sebagai senjata sudah menjadi ilegal.
Aparat menggunakan peluru
karet untuk menangkap penjahat dan teroris. Aparat mengandalkan
kemampuan bela diri yang tinggi untuk menumpas para penjahat.
Alif, Lam dan Mim adalah
tiga sahabat dari satu perguruan silat yang dibesarkan bersama di padepokan Al-Ikhlas. Alif yang lurus dan keras dalam
bersikap memilih menjadi aparat
negara. Ia bertekad membasmi
semua bentuk kejahatan dan
mencari para pembunuh kedua orangtuanya. Lam yang sikapnya
lebih tenang menjadi seorang jurnalis. Bertujuan untuk menyebarkan kebenaran dan menjadikan
dirinya mata dari rakyat.
Sementara Mim yang bijak memilih mengabdi menjadi pengajar dan menetap di padepokan. Ketiganya
dipertemukan kembali setelah
terjadi kekacauan pasca
ledakan bom di sebuah cafe.
TALAK 3
Judul :
Talak 3
Sutradara : Ismail Basbeth dan Hanung Bramantyo
Penulis Naskah : Bagus Bramanti dan Salman Aristo
Pemeran :
Laudya Cynthia Bella,
Vino G. Bastian, Reza Rahadian
dan Tika Panggabean
Produksi : MD Pictures berkerja sama dengan Dapur Film
Hal yang menarik dari film Talak 3 adalah mampu memutar balikkan emosi penonton, dari senang
ke sedih, saat sedih jadi ketawa, dan juga emosi-emosi lainnya. Komedinya segar dan pastinya drama yang begitu menyentuh.
Jalan cerita yang kompleks dan tidak mudah ditebak. Film ini
memilik tempo
penceritaan yang cepat, sehingga penonton tidak punya
kesempatan untuk fokus
pada hal lain. Pengambilan gambarnya banyak menunjukan keunikan dan
keindahan suasana kota Yogyakarta.
Film ini bercerita
tentang Bagas dan Risa yang telah berberapa bulan bercerai. Rumah kredit yang mereka tempati terancam disita oleh pihak
Bank. Akhirnya keduanya dengan sangat terpaksa memutuskan bekerja bersamaan
untuk menyelesaikan sebuah sebuah project besar yang hasilnya bias menyelamatkan
kondisi keuangan mereka berdua. Masalahnya, pekerjaan mereka berdua menuntut
keduanya harus bersama. Dalam
proses pengerjaan project tersebut, kembali muncul benih – benih cinta diantara Bagas
dan Risa. Akhirnya mereka
memutuskan untuk rujuk kembali. Tapi persoalan menjadi rumit karena Bagas telah menjatuhkan Talak 3 kepada Risa. Hukum Talak 3
mengharuskan jika pasangan
mau rujuk, harus melalui Muhalil, yaitu seorang laki- laki yang menikahi pihak perempuan
kemudian bercerai. Untuk memuluskan
niat mereka, Bagas mencoba mengakali aturan dengan cara mencari suami kontrak untuk Risa. Dalam proses pencarian suami kontrak untuk Risa,
mereka bertemu dengan berbagai
macam karakter yang kocak dan otomatis menemui berbagai kejadian lucu. Akhirnya pilihan jatuh pada Bimo, teman masa kecil Bagas dan Risa yang dianggap baik dan
bertanggung jawab. Dalam proses
merencanakan pernikahan Risa dan Bimo, terungkap kalau Bimo telah menyimpan rasa cinta kepada Risa
sejak lama.