Kamis, 21 April 2016

Artikel Kampung Edukasi : Watu Lumbung Yogyakarta

Bukit Watu Lumbung terletak di utara Pantai Parangtritis, kampung wisata ini tidak hanya menyuguhkan keindahan panorama pesisir pantai selatan Jogja dari ketinggian. Namun juga menyimpan nilai-nilai edukasi yang disugukan bagi para pengunjungnya dengan konsep yang sangat klasik dan sederhana.
Akses jalan yang harus dilalui untuk sampai di Watu Lumbung membutukan sedikit nyali dengan jalan yang nanjak dan lumayan sepi dan minim penerangan saat malam hari. Sesampainya di atas bukit tersebut pengunjung akan menemui banyak bangunan dengan konsep klasik kekunoan, bangunan dengan tiang penyangga, kursi dan semua furnitur terbuat dari bambu dan kayu-kayu. Tidak hanya bangunanya yang terkesan klasik dan sederhana, namun sajian makanan dan minuman seperti Lembayung, Kedai Wedangan, Kedai Susu, Pusat Sate Kiloan dan Alas Kuliner khas ndeso. Makanan tradisional dan minuman tersebut disajikan dengan tempat yang unik dan klasik.  ini sungguh sangat mengingatkanku pada masa lalu, penuh dengan kedamaian dan ketenangan.
Berawal dari usaha Muhammad Boy Rifai yang ingin memberdayakan masyarakat sekitar, area hutan jati ini pun diubah menjadi salah satu kawasan wisata alternatif yang menyatu dengan alam. Konstruksi-konstruksi dari bambu dan rumah-rumah sederhana berdinding kayu dibangun di antara pohon-pohon jati yang tumbuh tegak. Pohon-pohon jati yang tumbuh pun dimanfaatkan sebagai tiang-tiang penyangga konstruksi bambu. Di tempat inilah para pengunjung biasanya menghabiskan waktu menikmati keindahan pemandangan kawasan Parangtritis dari ketinggian.

Mengunjungi Kampung Edukasi Watu Lumbung semakin syahdu di kala sore, saat matahari mulai bergeser ke arah barat dan sinarnya tak lagi terasa menyengat. Beberapa gardu pandang pun menjadi spot favorit untuk menikmati saat-saat langit perlahan berubah gelap. Pemandangan Kali Opak yang terbentuk akibat adanya patahan atau sesar di masa lampau pun tersaji di depan mata.

Yang menambakan point plus dan positif di tempat ini adalah tersedianya buku-buku yang disusun rapi didalam rak-rak layaknya perpustakaan, segala macam dan bentuk buku disajikan gratiss kepada para pengunjung, bahkan pengunjung yang membawa 3 buku dan disumbangkan di rak tersebut akan dikasih makanan dan minuman secara cuma-cuma alias gratis. Seperti inila cara pengelola menarik wisata dan menumbuhkan semangat baca kepada para pengunjung

Reiew Buku

 Shalat Sesuai Tuntunan Nabi SAW
Penulis                : Syakir Jamaluddin, M.A.
ISBN                   : 978-979-87020-8-2
Penerbit              : LPPI UMY
Halaman             : 342




Buku ini mengalami revisi 2 kali, yakni pertama pada cetakan ke-5 menjadi 282 halaman, dan revisi kedua cetakan ke-10 menjadi 342 halaman. 
Buku ini membahas seputar Sholat sebagaimana yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW, tberangkat dari hadis Nabi SAW yang artinya: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat!” yang kemudian menjadi salah satu prinsip bahwa ibadah harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Hal yang sangat menarik dalam buku ini adalah tidak hanya membahas aspek kontroversi hadis seputar Thaharah dan Shalat Nabi secara mendalam, tapi juga membahas aspek spirit shalat supaya berfungsi maksimal seperti yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. Buku ini di lengkapi dengan hadi-hadis yang sudah jelas sanadnya, mengupas tuntas persoalan kontroversi sekitar shalat yang menjadi perselisihan di kalangan masyarakat.
 




29 juz harga wanita
 
Penulis   :Ma'mun Affany
ISSBN   :9789791699945
Halaman : 360
Ukuran   : 13.5 x 19.5


29 juz Harga Wanita adalah novel yang berisi kesyahduan dalam bertutur. Komunikasi yang ringan namun bermakna bisa digali dalam novel ini. Tokoh Naela menjadi figur yang mengingatkan kita pada kesabaran istri-istri Rasul di zaman dahulu yang diceritakan dalam novel ini.
Penulis mampu membawa emosi pembaca sampai meneteskan air mata sekaligus, dengan segala lika-liku keidupan dan cinta. Pengorbanan sepasang manusia yang saling mendamba.
Naela, perempuan yang digambarkan di Novel ini menggambarkan figur yang mengingatkan kita pada kesabaran istri-istri Rasul di zaman dahulu hingga pembaca akan dengan mudah mampu mendapatkan intisari pelajarannya. Hati pembaca dibuat benar-benar kagum menyelami isinya. Toni adalah lelaki sederhana yang mendamba hidup bersama wanita solicha seperti layaknya lelaki lainnya, perjuangan dan pengorbanan selalu tersaji demi meraih cinta seorang wanita.






Rabu, 20 April 2016

Review Film



3 (Alif Lam Mim)
Judul                : 3 (Alif Lam Mim)
Sutradara        : Anggy Umbara
Produser          : Arie Untung
Pemeran          :Cornelio Sunny, Abimana, Agus kuncoro, Prisia Nasution, Tika Bravani, Cecep Rahman, Donny alamsyah, Verdi Solaiman, Tanta Ginting.
Produksi          : FAM Pictures, Multivision Plus
Distributor       : Multivision Plus

Film yang sangat berkesan dan cerdas. Ide cerita dan imajinasi yang luarbiasa. Film yang sangat detail menampilkan Indonesia masa depan. Sangat teliti dan hati-hati, semua disusun rapi dan menawan. Seni beladiri yang bagus, berseni dan  tidak berlebihan, serta tidak menganggu jalannya cerita. Pembuat ide cerita berhasil mempermainkan pikiran penonton ketika berusaha menebak- nebak, yang mana tebakan itu pada akhirnya akan salah, dan salah lagi.
Film ini menceritakan tentang persahabatan, persaudaraan dan drama keluarga, tentang Indonesia di Tahun 2036, begitu banyak terjadi perubahan di negara ini.  Hak asasi manusia menjadi segalanya. Penggunaan peluru tajam sebagai senjata sudah menjadi ilegal. Aparat menggunakan peluru karet untuk menangkap penjahat dan teroris.  Aparat mengandalkan kemampuan bela diri yang tinggi untuk menumpas para penjahat.
Alif, Lam dan Mim adalah tiga sahabat dari satu perguruan silat yang dibesarkan bersama di padepokan Al-Ikhlas. Alif yang lurus dan keras dalam bersikap memilih menjadi aparat negara. Ia bertekad membasmi semua bentuk kejahatan dan mencari para pembunuh kedua orangtuanya. Lam yang sikapnya lebih tenang menjadi seorang jurnalis. Bertujuan untuk menyebarkan kebenaran dan menjadikan dirinya mata dari rakyat. Sementara Mim yang bijak memilih mengabdi menjadi pengajar dan menetap di padepokan. Ketiganya dipertemukan kembali setelah terjadi kekacauan pasca ledakan bom di sebuah cafe.

TALAK 3    
Judul                : Talak 3 
Sutradara        : Ismail Basbeth dan Hanung Bramantyo 
Penulis Naskah : Bagus Bramanti dan Salman Aristo
Pemeran         : Laudya Cynthia Bella, Vino G. Bastian, Reza           Rahadian dan Tika Panggabean
Produksi          : MD Pictures berkerja sama dengan Dapur Film

Hal yang menarik dari film Talak 3 adalah mampu  memutar balikkan emosi penonton, dari senang ke sedih, saat sedih jadi ketawa, dan juga emosi-emosi lainnya. Komedinya segar dan pastinya drama yang begitu menyentuh. Jalan cerita yang kompleks dan tidak mudah ditebak. Film ini memilik tempo penceritaan yang cepat, sehingga penonton tidak punya kesempatan untuk fokus pada hal lain. Pengambilan gambarnya banyak menunjukan keunikan dan keindahan suasana kota Yogyakarta.
Film ini bercerita tentang Bagas dan Risa yang telah berberapa bulan bercerai. Rumah kredit yang mereka tempati terancam disita oleh pihak Bank. Akhirnya keduanya dengan sangat terpaksa memutuskan bekerja bersamaan untuk menyelesaikan sebuah sebuah project besar yang hasilnya bias menyelamatkan kondisi keuangan mereka berdua.  Masalahnya, pekerjaan mereka berdua menuntut keduanya harus bersama. Dalam proses pengerjaan project tersebut, kembali muncul benih – benih cinta diantara Bagas dan Risa. Akhirnya mereka memutuskan untuk rujuk kembali. Tapi persoalan menjadi rumit karena Bagas telah menjatuhkan Talak 3 kepada Risa. Hukum Talak 3 mengharuskan jika pasangan mau rujuk, harus melalui Muhalil, yaitu seorang laki- laki yang menikahi pihak perempuan kemudian bercerai. Untuk memuluskan niat mereka, Bagas mencoba mengakali aturan dengan cara mencari suami kontrak untuk Risa. Dalam proses pencarian suami kontrak untuk Risa, mereka bertemu dengan berbagai macam karakter yang kocak dan otomatis menemui  berbagai kejadian lucu. Akhirnya pilihan jatuh pada Bimo, teman masa kecil Bagas dan Risa yang dianggap baik dan bertanggung jawab. Dalam proses merencanakan pernikahan Risa dan Bimo, terungkap kalau Bimo telah menyimpan rasa cinta kepada Risa sejak lama.

Jumat, 08 April 2016

Review Jurnal "PERBEDAAN SIKAP TERHADAP HUBUNGAN SEKS PRANIKAH ANTARA REMAJA YANG DIBERI PENYULUHAN DAN YANG TIDAK DIBERI PENYULUHAN"


Hasil penelitian yang disampaikan oleh Synvate Research pada tahun 2004 di empat kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan memperlihatkan bahwa 44% responden remaja yang berumur 16-18 tahun sudah mempunyai pengalaman seks. Sementara 16% lainnya memperoleh pengalaman seks pada usia 13- 15 tahun (Kartika, 2005). Dengan melihat dari hasil penelitian-penelitian tersebut terlihat jelas kehidupan remaja telah mengalami perubahan, dari yang bebas telah semakin bebas lagi dalam hubungan seks.



Beberapa faktor penyebab yang menimbulkan perubahan-perubahan tersebut menurut Ajun (2001) antara lain, usia pubertas rata-rata remaja lebih dini, kecenderungan penundaan usia nikah, peningkatan dorongan seks pada usia remaja, kurang memadainya pengetahuan remaja tentang proses reproduksi, kurangnya pelayanan dan bimbingan tentang kesehatan reproduksi untuk remaja, dan pengaruh negatif media massa. Masa remaja yang merupakan masa transisi menjadi masalah sendiri bagi remaja. Menurut Sarwono (2002), masa remaja merupakan tahap peralihan dari anak-anak ke masa dewasa yang termasuk juga dalam aspek seksualnya. Masa remaja digambarkan sebagai perioda yang penuh dengan dorongan seks yang hampir tak terkontrol (Kelly, 1996). Rasa ingin tahu dan mencoba yang kuat seringkali membuat remaja terjerumus dalam tingkah laku yang merugikan dirinya, seperti melakukan hubungan seks pranikah.   


Review Jurnal "Pendidikan Karakter di Indonesia"


Tujuan dari artikel tersebut adalah untuk menguji jalanya pendidikan karakter dan pendidikan nilai-nilai multikultural dapat berkontribusi untuk Indonesia yang sempurna di tahun 2045. Pada saat itu (yaitu 2045), Republik Indonesia akan berusia 100 tahun. 


Kehadiran orang Indonesia yang ideal akan memberikan kontribusi untuk pertumbuhan nasional dan pembangunan yang tinggi. Ini akan tergantung pada pemahaman multikulturalisme dan sikap kooperatif dari warga negara Indonesia di masa depan. Dalam situasi seperti itu, berbagai metode, media dan instrumen perlu dipersiapkan dalam rangka mencapai 2.045, di antara berbagai aspek yang harus diperhatikan adalah karakter dan pendidikan nilai-nilai multikultural. Kedua bentuk pendidikan tidak hanya terbatas pada konseptualisasi, tetapi harus mengarah pada pemahaman tentang sifat-sifat kepribadian dalam konteks Indonesia dan tentu saja dengan pertimbangan aspek globalisasi. Penelitian awal Indonesia kontemporer dan masa depan menghasilkan gambaran yang jelas tentang ciri-ciri Indonesia. 

Kamis, 07 April 2016

Pendidikan Inklusi di Indonesia

Pendidikan inklusi memang tidak popular dalam masyarakat. Masyarakat hanya disibukan dengan urusan meningkatkan kualitas pendidikan secara horizontal maupun vertical. Sehingga anak bangsa yang memiliki kebutuhan yang terbatas ini sering termarginalkan (kaum yang tersisih). Pelayanan pendidikan ini memang memerlukan sarana dan prasarana yang cukup besar tapi bukan berarti harus ditinggalkan karena mereka mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan.