Sebuah
perjalanan yang membutuhkan tekad yang bulat, penuh perjuangan, dan doa yang
selalu terucap.
Pagi
itu, minggu 6 Februari 2016 tepat pukul 07:30 kami berangkat dari Jogja menuju
ke cemoro sewu (basecamp pendakian gn. Lawu), kami melewati Klaten, Solo,
Karanganyar dan terakhir sampai di Cemoro sewu, Magetan, Jawa timur pada siang
hari. Sesampai disana kami melaksanan sholat dzuhur terlebih dahulu sambil
istirahat sejenak. Beberapa kawan kita mengurusi pembayaran dan registrasi. 10.000/orang.
![]() |
| Gapura pendakian jalur cemoro sewu |
Tepat
pukul 13:00 kami mulai perjalanan menuju puncak Lawu, dimulai dengan berdoa
bersama dan meluruskan niat bahwa puncak bukanlah tujuan utama kita, melainkan
rumah adalah tujuan utama kita. Medan awal pendakian cukup landai dengan batu
yang sudah tersusun dengan rapi. Dalam perjalanan menuju pos 1 kami beberapa
kali istirahat dan makan minum ringan, dari basecamp menuju pos 1 membutuhkan
waktu sekitar 1,5 jam, sesampai di pos 1 kami istirahat melepas lelah sejenak kemudian
melanjutkan perjalanan menuju pos 2, sekitar 15 menit berjalan kabut
menyelimuti perjalanan kami dan akhirnya gerimis hujan mulai turun dan kami
bergegas memakai mantel atau ponco dan melanjutkan perjalanan dengan hati-hati
karena bebatuan yang licin. “pos 2 sudah dekat mas, ada gorengan dan bisa
ngopi” kata pendaki lain yang sedang turun, kami pun tambah semangat walaupun
hujan semakin deras.
Sesampainya
di pos 2 kami berteduh di warung, ditemani dengan kepulan asap gorengan dan
segelas teh yang masih panas, sungguh nikmt sekali karunia ini mengalahkan
restaurant yang mewah sekalipun. Setelah berteduh selama 1 jam karena hujan
yang sangat deras, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 3 dan ketika itu matahari
sudah mulai meninggalkan sinarnya, setelah berjalan 1,5 jam dengan kondisi
basah kami sampai di pos 3 dan menyiapkan senter karena jalan bebtuan mulai
tidak terlihat, hari mulai malam. Tidak lama berteduh di pos 3 kami langsung
menuju pos 4 sekitar 2 jam karena banyak istirahat dan sebagian teman kami
kedinginan serta kelelahan, namun berkat semangat dan tekad yang kuat kami
mampu membimbingnya sampai di pos 5, niatnya ingin mendirikan tenda di pos 4
tapi tempatnya tidak ada yang landai dan sudah penuh akhirnya kami memutuskan
untuk langsung menuju ke pos 5 dan mendirikan tenda di pos 5. Yakni pada pukul
20:30.
Setelah
tenda berdiri kami langsung masuk, ganti pakaian kering dan masak air membuat
minuman untuk menghangatkan badan. di dalam tenda kami masih sempat bercanda di
tengah keletihan dan kedinginan untuk menghangatkan suasana, malam itu kami
tidur di bawah langit yang terang di temani keindahan ribuan bintang yang
bersinar, kami terlelap dalam mimpi.
Keesokan
harinya, 7 Februari 2016 pukul 06:00 kami
melanjutkan pendakian (summit) ke puncak hargo dalem dan hargo dumilah. Hanya 6
orang yang ikut ke puncak dan 2 orang istirahat sekalian menunggu tenda. Perjalanan
ke puncak hargo dalem membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan jalan bebatuan
yang landai, disana terdapat bebrapa tempat unik seperti; sendang derajat yang
konon airnya tidak pernah habis, makam kerajaan mataram dulu, rumah atau
bangunan dan warung tertinggi di pulau
jawa (warung mbok yem).
Disini sudah terlihat keindahan alam dan mrasakan
sensasi berada di atas awan. Setelah beberapa menit disana kami meneruskan ke
puncak hargo dumilah, yakni puncak tertinggi Lawu (3265 mdpl). Jalan menuju
hargo dumilah sangat menanjak dan sedikit licin, sekitar setengah jam kita
sudah sampai di puncak hargo dumilah, disana terdapat tugu yang berdiri kokoh
dan menjadi symbol puncak hargo dumilah, pemandangan yang sangat bagus dan luar
biasa menunjukan keagungan Allah, kami jadi merasa sebagai hamba Allah yang
jauh dari kata ‘sempurna’, hanya bisa menikmati dan mensyukuri keindahan yang
telah Allah karuniakan. Kami pemuda-pemudi bangsa yang terkesan hanya menikmati
hasil dari perjuangan veteran dahulu kala yang dengan susah payah
memperjuangkan bangsa ini. Akan tetapi kami berusaha untuk menjaga dan tidak
merusaknya.
![]() |
| Warung tertinggi di jawa (mbok yem) |
Setelah
berfoto untuk mengabadikan momen disana, kami turun kembali menuju tenda di pos
5 dan memasak untuk sarapan pagi menjelang siang itu. Setelah kenyang dan
istirahat sebentar, kami merobohkan tenda dan bersiap-siap untuk turun. Pukul 11:30
kami mulai turun dengan hati-hati. Alhamdulillah saat kami turun selalu
diterangi dengan sinar matahari walaupun dengan sedikit rintikan hujan. Kami sampai
di basecamp pas saat adzan maghrib berkumandang. Dan setelah maghrib kami
melanjutkan perjalanan pulang menuju jogja. Alhamdulillah sampai di jogja
tengah malam dengan selamat. ;-)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar