Kamis, 10 Maret 2016

Tadabbur Alam Lawu


Hargo dumilah 3265mdpl
Sebuah perjalanan yang membutuhkan tekad yang bulat, penuh perjuangan, dan doa yang selalu terucap.
Pagi itu, minggu 6 Februari 2016 tepat pukul 07:30 kami berangkat dari Jogja menuju ke cemoro sewu (basecamp pendakian gn. Lawu), kami melewati Klaten, Solo, Karanganyar dan terakhir sampai di Cemoro sewu, Magetan, Jawa timur pada siang hari. Sesampai disana kami melaksanan sholat dzuhur terlebih dahulu sambil istirahat sejenak. Beberapa kawan kita mengurusi pembayaran dan registrasi. 10.000/orang.
Gapura pendakian jalur cemoro sewu


Tepat pukul 13:00 kami mulai perjalanan menuju puncak Lawu, dimulai dengan berdoa bersama dan meluruskan niat bahwa puncak bukanlah tujuan utama kita, melainkan rumah adalah tujuan utama kita. Medan awal pendakian cukup landai dengan batu yang sudah tersusun dengan rapi. Dalam perjalanan menuju pos 1 kami beberapa kali istirahat dan makan minum ringan, dari basecamp menuju pos 1 membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam, sesampai di pos 1 kami istirahat melepas lelah sejenak kemudian melanjutkan perjalanan menuju pos 2, sekitar 15 menit berjalan kabut menyelimuti perjalanan kami dan akhirnya gerimis hujan mulai turun dan kami bergegas memakai mantel atau ponco dan melanjutkan perjalanan dengan hati-hati karena bebatuan yang licin. “pos 2 sudah dekat mas, ada gorengan dan bisa ngopi” kata pendaki lain yang sedang turun, kami pun tambah semangat walaupun hujan semakin deras.
Sesampainya di pos 2 kami berteduh di warung, ditemani dengan kepulan asap gorengan dan segelas teh yang masih panas, sungguh nikmt sekali karunia ini mengalahkan restaurant yang mewah sekalipun. Setelah berteduh selama 1 jam karena hujan yang sangat deras, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 3 dan ketika itu matahari sudah mulai meninggalkan sinarnya, setelah berjalan 1,5 jam dengan kondisi basah kami sampai di pos 3 dan menyiapkan senter karena jalan bebtuan mulai tidak terlihat, hari mulai malam. Tidak lama berteduh di pos 3 kami langsung menuju pos 4 sekitar 2 jam karena banyak istirahat dan sebagian teman kami kedinginan serta kelelahan, namun berkat semangat dan tekad yang kuat kami mampu membimbingnya sampai di pos 5, niatnya ingin mendirikan tenda di pos 4 tapi tempatnya tidak ada yang landai dan sudah penuh akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju ke pos 5 dan mendirikan tenda di pos 5. Yakni pada pukul 20:30.
Setelah tenda berdiri kami langsung masuk, ganti pakaian kering dan masak air membuat minuman untuk menghangatkan badan. di dalam tenda kami masih sempat bercanda di tengah keletihan dan kedinginan untuk menghangatkan suasana, malam itu kami tidur di bawah langit yang terang di temani keindahan ribuan bintang yang bersinar, kami terlelap dalam mimpi.

 
Keesokan harinya,  7 Februari 2016 pukul 06:00 kami melanjutkan pendakian (summit) ke puncak hargo dalem dan hargo dumilah. Hanya 6 orang yang ikut ke puncak dan 2 orang istirahat sekalian menunggu tenda. Perjalanan ke puncak hargo dalem membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan jalan bebatuan yang landai, disana terdapat bebrapa tempat unik seperti; sendang derajat yang konon airnya tidak pernah habis, makam kerajaan mataram dulu, rumah atau bangunan  dan warung tertinggi di pulau jawa (warung mbok yem). 
Warung tertinggi di jawa (mbok yem)
Disini sudah terlihat keindahan alam dan mrasakan sensasi berada di atas awan. Setelah beberapa menit disana kami meneruskan ke puncak hargo dumilah, yakni puncak tertinggi Lawu (3265 mdpl). Jalan menuju hargo dumilah sangat menanjak dan sedikit licin, sekitar setengah jam kita sudah sampai di puncak hargo dumilah, disana terdapat tugu yang berdiri kokoh dan menjadi symbol puncak hargo dumilah, pemandangan yang sangat bagus dan luar biasa menunjukan keagungan Allah, kami jadi merasa sebagai hamba Allah yang jauh dari kata ‘sempurna’, hanya bisa menikmati dan mensyukuri keindahan yang telah Allah karuniakan. Kami pemuda-pemudi bangsa yang terkesan hanya menikmati hasil dari perjuangan veteran dahulu kala yang dengan susah payah memperjuangkan bangsa ini. Akan tetapi kami berusaha untuk menjaga dan tidak merusaknya.
Setelah berfoto untuk mengabadikan momen disana, kami turun kembali menuju tenda di pos 5 dan memasak untuk sarapan pagi menjelang siang itu. Setelah kenyang dan istirahat sebentar, kami merobohkan tenda dan bersiap-siap untuk turun. Pukul 11:30 kami mulai turun dengan hati-hati. Alhamdulillah saat kami turun selalu diterangi dengan sinar matahari walaupun dengan sedikit rintikan hujan. Kami sampai di basecamp pas saat adzan maghrib berkumandang. Dan setelah maghrib kami melanjutkan perjalanan pulang menuju jogja. Alhamdulillah sampai di jogja tengah malam dengan selamat. ;-)
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar